Pendampingan Pengembangan Kawasan Wisata Petik Jeruk dalam Memperkuat Branding dan Destinasi Kota Pariwisata Batu
Abstract
Pariwisata memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. kebijakan pengembangan pariwisata berdampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, memiliki potensi alam yang besar melalui perkebunan jeruk yang telah menjadi salah satu daya tarik wisata agrowisata di daerah tersebut. Namun, pengelolaan kawasan wisata petik jeruk masih menghadapi tantangan, antara lain rendahnya kapasitas manajemen pariwisata berbasis masyarakat, keterbatasan promosi, dan belum optimalnya pengelolaan hasil pertanian untuk meningkatkan pendapatan petani. Urgensi program ini adalah memperkuat kapasitas masyarakat, khususnya petani jeruk, agar mampu mengelola kawasan desa wisata secara profesional, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal. Tujuan kegiatan ini adalah (1) meningkatkan keterampilan manajemen usaha wisata petik jeruk, (2) memperkuat kelembagaan kelompok tani sebagai pengelola kawasan wisata, dan (3) mendorong diversifikasi produk berbasis jeruk untuk menambah nilai ekonomi. Metode pelaksanaan meliputi pendampingan penataan kawasan wisata petik jeruk, pelatihan manajemen wisata dan pelayanan wisatawan, pelatihan pembuatan konten promosi digital, workshop pengolahan produk turunan jeruk, serta fasilitasi pembentukan atau penguatan kelembagaan kelompok tani. Pendekatan partisipatif digunakan untuk memastikan keterlibatan aktif masyarakat, sedangkan evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengukuran indikator kinerja program. Luaran yang ditargetkan meliputi terbentuknya model pengelolaan kawasan desa wisata petik jeruk yang berkelanjutan, peningkatan keterampilan dan pengetahuan petani dalam manajemen wisata dan pemasaran digital, dan produk olahan jeruk yang siap dipasarkan. Dengan terlaksananya program ini, diharapkan kesejahteraan petani jeruk di Desa Tlekung dapat meningkat melalui optimalisasi potensi wisata berbasis pertanian. Target TKT kategori 2, yakni formulasi konsep dan/atau aplikasi teknologi tentang pengembangan desa wisata petik jeruk.
Downloads
Copyright (c) 2026 Oman Sukmana, Eko Rizki Purwo Widodo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.







