Pemberdayaan Masyarakat Petani Kopi Melalui Pelatihan Budidaya Lebah Tidak Bersengat
Abstract
Dalam mendukung kelestarian populasi lebah tidak bersengat, pemanfaatan lebah lokal adalah strategi yang dapat ditempuh oleh masyarakat.. Pada umumnya, masyarakat melakukan budidaya lebah atau meliponikultur dengan tujuan ekonomi. Namun, masyarakat yang mengembangkan meliponikultur pun telah membantu proses penyerbukan tanaman oleh lebah. Pada kegiatan ini, dilakukan pelatihan untuk memberikan keterampilan budidaya lebah tidak bersengat kepada petani kopi di Desa Pattongko, Kecamatan Sinjai Tengah, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan berupa sosialisasi dan pelatihan, serta metode evaluasi CIPP (Context, input, process, product). kegiatan pengabdian ini memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat mengenai potensi lokal yang ada di Desa Pattongko. Kegiatan budidaya lebah tidak bersengat ini sangat sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat di lokasi tersebut. Keunggulan budidaya lebah tidak bersengat adalah biaya yang murah, asalkan penanganannya tepat. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi petani kopi karena mereka berpeluang mendapatkan penghasilan tambahan dari produk yang dihasilkan oleh lebah tidak bersengat setelah dibudidaya.
Downloads
References
Brydon-Miller, M., Kral, M., & Ortiz Aragón, A. (2020). Participatory Action Research: International Perspectives and Practices. International Review of Qualitative Research, 13(2), 103–111. https://doi.org/10.1177/1940844720933225
Cooley, H., & Vallejo-Marín, M. (2021). Buzz-Pollinated Crops: A Global Review and Meta-analysis of the Effects of Supplemental Bee Pollination in Tomato. Journal of Economic Entomology, 114(2), 505–519. https://doi.org/10.1093/jee/toab009
Finney, T. L. (2019). Special section on quantitative program evaluation: Confirmative Evaluation: New CIPP Evaluation Model. Journal of Modern Applied Statistical Methods, 18(2), 2–24. https://doi.org/10.22237/jmasm/1598889893
Hall, D. M., & Martins, D. J. (2020). Human dimensions of insect pollinator conservation. Current Opinion in Insect Science, 38, 107–114. https://doi.org/10.1016/j.cois.2020.04.001
Negi, B. K., Joshi, R. K., & Pandey, A. (2018). Status of large cardamom (Amomum subulatum roxb.) Farming systems in the changing scenario of modern economics of Sikkim, Himalaya. Global Journal of Bioscience and Biotechnology, 7, 189-199.
Reyes-González, A., & Zamudio, F. (2020). Competition interactions among stingless bees (Apidae: Meliponini) for Croton yucatanensis Lundell resins. International Journal of Tropical Insect Science, 40(4), 1099–1104. https://doi.org/10.1007/s42690-020-00160-5
Thai, P. H., Huyen, N. T., Toan, T. Van, & Jung, C. (2018). Apis cerana Beekeeping and Sacbrood Disease Management in Vietnam: Review. Journal of Apiculture, 33(4), 269–275. https://doi.org/10.17519/apiculture.2018.11.33.4.269
Vieli, L., Murúa, M. M., Flores-Prado, L., Carvallo, G. O., Valdivia, C. E., Muschett, G., López-Aliste, M., Andía, C., Jofré-Pérez, C., & Fontúrbel, F. E. (2021). Local actions to tackle a global problem: A multidimensional assessment of the pollination crisis in Chile. Diversity, 13(11). MDPI. https://doi.org/10.3390/d13110571
Withaningsih, S., Andari, C. D., Parikesit, & Fitriani, N. (2018). The effect of understory plants on pollinators visitation in coffee plantations: Case study of coffee plantations in West Bandung district, West Java, Indonesia. Biodiversitas, 19(2), 559–567. https://doi.org/10.13057/biodiv/d190231
Zuber-Skerritt, O. (2018). An educational framework for participatory action learning and action research (PALAR). Educational Action Research, 26(4), 513–532. https://doi.org/10.1080/09650792.2018.1464939
Copyright (c) 2023 A Hasdiansyah, Andi Gita Maulidyah Indraswari Suhri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.







