Implementasi Teknologi Tepat Guna dalam Hilirisasi Pascapanen Jamur Tiram: Strategi Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Berkelanjutan Desa Kuwarasan Kab. Semarang

  • Amir Mahmud (1) Universitas Negeri Semarang
  • Lyna Latifah (2) Universitas Negeri Semarang
  • Miftahun Najah (3) Universitas Negeri Semarang
  • Tri Susilo Wahyu AJi (4*) Universitas Negeri Semarang
  • Anindya Ardiansari (5) Universitas Negeri Semarang
  • Nurdian Susilowati (6) Universitas Negeri Semarang

  • (*) Penulis Korespondensi

Keywords: Teknologi Tepat Guna, Hilirisasi Produk, Jamur Tiram, Kesejahteraan Ekonomi Desa, Sustainable Development Goals

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengatasi kerentanan ekonomi dan teknologi BUMDes Sido Makmur Desa Kuwarasan akibat tingginya food loss jamur tiram segar dan ketergantungan pada tengkulak. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang mencakup empat tahapan: identifikasi rantai pasok, penyuluhan, alih Teknologi Tepat Guna (TTG) (vegetable slicer, food dehydrator, spinner, vacuum sealer), serta pendampingan manajemen keuangan berbasis instrumen Kertas Kerja Kelayakan Usaha (KK-01 s.d KK-05), serta perancangan strategi pemasaran digital melalui branding merek "WARASA", pembuatan logo komersial, dan optimalisasi media sosial Instagram @warasa_kuwarasan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan volume produksi olahan jamur dari 180 bungkus pada Q1 2025 menjadi 1.050 bungkus pada Q1 2026 (meningkat 483,3%), perpanjangan masa simpan produk hingga 6 bulan ( ), serta efisiensi waktu penyiapan bahan baku hingga 60%, serta perluasan jangkauan pasar dan peningkatan brand awareness produk olahan jamur. Secara finansial, unit usaha mencapai titik impas (Break Even Point) pada 222 bungkus/bulan dengan Payback Period 8 bulan, mendorong pertumbuhan pendapatan BUMDes serta menciptakan sumber PADes baru. Pelaksanaan program ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mencakup SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui eskalasi pendapatan warga, SDG 5 (Kesetaraan Gender) melalui pemberdayaan 75% perempuan, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) lewat penyerapan 10 tenaga kerja lokal, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan rantai pasok minim limbah (zero waste production). Model integrasi alih Teknologi Tepat Guna (TTG) dan manajemen kelayakan terstruktur, dan digitalisasi pemasaran ini terbukti efektif mengeliminasi kerugian pascapanen sekaligus mewujudkan kedaulatan ekonomi pedesaan yang berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-08-25
How to Cite
Mahmud, A., Latifah, L., Najah, M., AJi, T. S. W., Ardiansari, A., & Susilowati, N. (2026). Implementasi Teknologi Tepat Guna dalam Hilirisasi Pascapanen Jamur Tiram: Strategi Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Berkelanjutan Desa Kuwarasan Kab. Semarang. Madaniya, 7(3), 2047-2069. https://doi.org/10.53696/27214834.1903
Section
Artikel

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>