Membangun Ekosistem Ekonomi Lokal Yang Inklusif dan Berkelanjutan: Integrasi Transformasi Digital UMKM dan Konsumsi Sirkular Berbasis Komunitas di Kelurahan Lembah Damai

  • Syofiatul Syafitri (1*) Universitas Riau
  • Toni Sianturi (2) Universitas Riau
  • Febriyani Etaria Siringo-ringo (3) Universitas Riau
  • Dinda Triasya (4) Universitas Riau
  • Allysa Vadillah Noviadi (5) Universitas Riau
  • Carissa Sahri Br Lubis (6) Universitas Riau
  • Dinda Muthia Khairani (7) Universitas Riau
  • Adinda Nabila Azahra (8) Universitas Riau
  • Shalsa Syu’ara Farasetia (9) Universitas Riau
  • Brenda Ririn N Sinaga (10) Universitas Riau
  • Indah Lestari Napitupulu (11) Universitas Riau
  • Rafly Iqbal Ritonga (12) Universitas Riau
  • Muhammad Firzi Hasan (13) Universitas Riau

  • (*) Penulis Korespondensi

Keywords: UMKM, digitalisasi, QRIS, branding usaha, bazar baju murah, KKN Berdampak, pemberdayaan masyarakat

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian rakyat, termasuk di kawasan permukiman padat penduduk seperti Lembah Damai. Meskipun demikian, mayoritas pelaku UMKM di kawasan ini masih menghadapi kendala dalam hal literasi digital, sistem pembayaran nontunai, dan identitas visual usaha yang belum terstandardisasi, sementara pada saat yang sama sebagian warga juga menghadapi keterbatasan daya beli untuk memenuhi kebutuhan sandang sehari-hari. Artikel ini disusun berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak, yang bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi eksisting UMKM berdasarkan hasil survei di RW 01, RW 05, dan RW 08, serta mengevaluasi implementasi tiga program pemberdayaan, yaitu UMKM Go Digital melalui pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), Rise and Growth melalui pembuatan logo usaha, spanduk, katalog menu, serta pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps, dan Bazar Baju Murah melalui penyediaan pakaian layak dan terjangkau berupa baju, celana, dan tas bagi masyarakat sekitar. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM serta warga sasaran. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM masih bertransaksi secara tunai, sebagian pelaku usaha lanjut usia memiliki kekhawatiran terhadap potensi penipuan digital, dan identitas visual usaha secara umum belum dikelola secara profesional. Implementasi program UMKM Go Digital pada enam mitra UMKM, yaitu Kue Zahwa, AZ Laundry, Ayam Potong Evra Jaya, Soto Gojheng, Kedai Sarapan Bu Gus, dan Kedai Uwo, serta program Rise and Growth pada lima di antara mitra tersebut (di luar Kedai Uwo), menunjukkan peningkatan kesiapan transaksi digital serta perbaikan citra usaha, sementara program Bazar Baju Murah terbukti meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan sandang dengan harga terjangkau sekaligus memperkuat interaksi sosial antarwarga. Ketiga program tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi berbasis KKN Berdampak dapat dirancang secara holistik, menyasar baik sisi produsen (UMKM) maupun sisi konsumen (masyarakat umum). Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendampingan berkelanjutan, khususnya bagi pelaku UMKM lanjut usia, agar transformasi digital dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan inklusif dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-08-25
How to Cite
Syafitri, S., Sianturi, T., Siringoringo, F. E., Triasya, D., Noviadi, A. V., Lubis, C. S., Khairani, D. M., Azahra, A. N., Farasetia, S. S., Sinaga, B. R., Napitupulu, I. L., Ritonga, R. I., & Hasan, M. F. (2026). Membangun Ekosistem Ekonomi Lokal Yang Inklusif dan Berkelanjutan: Integrasi Transformasi Digital UMKM dan Konsumsi Sirkular Berbasis Komunitas di Kelurahan Lembah Damai. Madaniya, 7(3), 2259-2272. https://doi.org/10.53696/27214834.1924
Section
Artikel