Mikrotik Hotspot Setup Memandu Beringin Sebagai “Desa Internet” Berbasis Komunitas

  • Uray Heri Mulyanto (1*) Politeknik Negeri Sambas
  • Ahmad Ridho (2) Politeknik Negeri Sambas
  • Noferianto Sitompul (3) Politeknik Negeri Sambas
  • Nur Habibi (4) Politeknik Negeri Sambas
  • Lidya (5) Politeknik Negeri Sambas
  • Muhammad Darija Irfandi (6) Politeknik Negeri Sambas
  • Aldi Candra (7) Politeknik Negeri Sambas

  • (*) Penulis Korespondensi

Keywords: internet berbasis komunitas, blankspot, platform digital, winbox, hotspot, mikrotik

Abstract

Internet pedesaan berbasis komunitas mulai diperkenalkan pada tahun 2020 yang merupakan model pengembangan dan pemanfaatan infrastruktur internet yang dibangun berdasarkan inisiatif komunitas, dijalankan dan dikelola oleh komunitas, serta dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan komunitas. Infrastruktur dan konektivitas internet yang berbasis komunitas dikembangkan untuk menyediakan layanan internet dan platform digital yang legal, aman, dan terjangkau untuk mendukung praktik komunikasi, serta sarana pemberdayaan bagi masyarakat di daerah perdesaan dan tempat terpencil. Penyediaan akses dan layanan internet yang mengikuti kebijakan dan regulasi pemerintah, dengan mengembangkan infrastruktur internet yang legal, aman, dan terjangkau, guna mendukung pemanfaatan akses internet yang bermakna merupakan suatu kebutuhan yang mutlak. Di Desa Beringin dengan topografi daerah pedesaan yang masih memiliki titik blankspot yang relatif luas dan layanan internet yang untuk sementara ini masih digeluti beberapa pemain lokal dengan berbagai ISP bawaannya, menempatkan aspek internet pedesaan berbasis komunitas menjadi perlu untuk mendapatkan perhatian yang lebih intens. Pelatihan pengembangan kapasitas SDM dalam pengelolaan internet pedesaan ini fokus pada pemanfaatan winbox sebagai software pendukung pengaturan hotspot yang diharapkan dapat membawa desa Beringin mewujudkan layanan internet yang mengikuti kebijakan dan regulasi pemerintah dengan mengembangkan infrastruktur internet yang legal, aman, dan terjangkau. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berupa pemaparan teori yang ditutup dengan praktik instalasi software dan hardware jaringan internet terkait mikrotik dengan memanfaatkan winbox. Mengacu pada nilai kuesioner yang dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan dapat dilihat perubahan dalam pemahaman jaringan internet dengan sangat signifikan bagi seluruh peserta. Pelatihan diikuti oleh 20 peserta yang dibagi dalam 5 kelompok. Unjuk kerja yang diperlihatkan oleh setiap kelompok sangat baik dengan berhasil melakukan instalasi dan perakitan software maupun hardware sesuai dengan instruksi yang diberikan. Hasil yang didapat dari post-test peserta, rata-rata nilai mencapai nilai 78,57. Hal ini memperlihatkan adanya peningkatan bila dibandingkan dengan nilai pre-test yang hanya mencapai 35,65. Angka-angka ini menjadi dasar penarikan sebuah argumentasi bahwa peserta pelatihan mendapatkan peningkatan pengetahuan setelah mengikuti pelatihan ini. Manfaat yang dapat diberikan oleh pelatihan ini adalah tersedianya sumber daya manusia desa Beringin yang terampil dan mampu mengelola jaringan internet pedesaan berbasis komunitas.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2025-11-28
How to Cite
Mulyanto, U. H., Ridho, A., Sitompul, N., Habibi, N., Lidya, L., Irfandi, M. D., & Candra, A. (2025). Mikrotik Hotspot Setup Memandu Beringin Sebagai “Desa Internet” Berbasis Komunitas. Madaniya, 6(4), 2285-2294. https://doi.org/10.53696/27214834.1451
Section
Artikel