Meningkatkan Nilai Jual Tempe Melalui Kripik Tempe
Abstract
Desa Sanggarahan adalah salah satu desa di Kabupaten Sukoharjo yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai pembuat tempe, sampai akhirnya desa ini dijuluki sebagai Desa Tempe. Produsen tempe membuat produknya hanya di dapur mereka dengan peralatan seadanya. Pada saat pandemi Covid 19 melanda, penjualan tempe di desa tersebut turun hampir 70%, hal ini dikarenakan tidak ada sistem penjualan online serta delivery. Menanggapi permasalahan tersebut, maka tim pengabdian UKTS berencana memberikan pelatihan tentang pengolahan tempe menjadi tempe bernilai jual tinggi serta manajemen pemasaran yang lebih bagus melalui sistem online dan delivery. Pelatihan tersebut akan dilakukan langsung ke produsen tempe, dengan sasaran 21 pengrajin tempe. Pelaksanaan pelatihan selama dua bulan. Tujuan dari pelatihan ini adalah terciptanya produk baru berupa kripik tempe aneka rasa dengan kemasan yang menarik, serta pengenalan sistem penjualan online. Manfaat dari program ini adalah menumbuhkan jiwa kreativitas bagi produsen tempe. Kegiatan ini memiliki nilai positif, yang dapat dilihat dari respons konsumen ketika diberi sampel keripik tempe aneka rasa. Konsumen tertarik dan mengatakan akan melakukan pemesanan.
Downloads
References
Alvina, A., & Hamdani, D. (2019). Proses Pembuatan Tempe Tradisional. Jurnal Pangan Halal, 1(1).
Apriyani, A., Haryono, D., & Nugraha, A. (2020). Analisis Harga Pokok Produksi, Nilai Tambah dan Keuntungan Agroindustri Keripik Tempe di Kota Metro. JIIA.
Dewi, A. M. (2022). Optimalisasi Aplikasi E-Commerce Shopee Food Sebagai Media Pemasaran UMKM di Masa Pandemi Covid 19. Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis.
Rahmawati, Y., & Dhewantara, S. (2022). Strategi Pemberdayaan Kripik Tempe Melalui Media Sosial di Sukoharjo. Amaluna : Jurnal Pengabdian Masyarakat.
Copyright (c) 2023 Adhita Maharani Dewi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.







