Mengenali Inner Child Untuk Berdamai dengan Luka Masa Kecil
Abstract
Inner Child dalam diri seseorang digambarkan sebagai suatu sifat dan sikap kekanak-kanakan yang mungkin dimiliki setiap individu. Meskipun keadaan pada setiap individu tidaklah selalu sama karena inner child tersebut terbentuk dari pengalaman saat masih usia anak-anak yang berbeda-beda. Tidak salah jika dikatakan bahwa perilaku seseorang terbentuk karena inner child dalam dirinya. Inner child yang terluka bisa terbawa sampai usia dewasa dan akan menganggu perkembangan emosi individu yang mengalaminya. Psikoedukasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kognitif partisipan mengenai inner child sehingga partisipan dapat mengenali dan berdamai dengan inner child dalam dirinya. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 151 orang responden yang terdiri atas mahasiswa, pegawai, guru, IRT, pelajar dan lainnya dari berbagai kalangan dan berbagai wilayah. Psikoedukasi ini menggunakan desain one group pretest-posttest. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam psikoedukasi ini adalah alat tes pengetahuan untuk mengecek pengetahuan responden mengenai inner child. Teknik analisis data yang digunakan adalah Wilcoxon Signed Rank- Test dengan menggunakan SPSS 26. Hasil analisis z sebesar -6,838b berada pada taraf signifikan 0,000 (p>0,05) ini menunjukkan bahwa secara kuantitatif, psikoedukasi ini memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan kognitif peserta, dengan demikian hipotesa menyatakan bahwa psikoedukasi dalam bentuk Seminar Nasional secara daring atau Webinar dengan tema “Inner Child: Berdamai dengan Masa Lalu” memiliki pengaruh terhadap peningkatan pemahaman kognitif partisipan.
Downloads
References
Anggadewi, B. E. T. (2020). Dampak Psikologis Trauma Masa Kanak-kanak pada Remaja. Jurnal of Counseling and Personal Development, 2(2), 1-7.
Bradshaw, J. (1992). Homecoming: Reclaming and Healing Your Inner Child. New York: Random House Publishing Group.
Diamond, D. (2008). Psikologi Hari Ini Rahasia Esensial Psikoterapi: Inner Child. Jakarta: Erlangga
Kitamura, T. & Nagata, T. (2014). Suicidal Ideation Among Japanese Undergraduate Students: Relationships with Borderline Personality Trait, Depressive Mood, And Childhood Abuse Experiences. American Journal of Psychology and Behavioral Sciences, 1(2), 7-13.
Mardiyati, I. (2015). Dampak Trauma Kekerasan Dalam Rumah Tangga Terhadap Perkembangan Psikis Anak. Jurnal Studi Gender dan Anak,1(2), 26-35.
Mufidah, E. F., & Isya, R. S. (2020). Inner Child: Dalam Pandangan Konseling Analisis Transaksional. Prosiding Seminar & Lokakarya Nasional BK. 76-83.
Muhopilah, P., & Tentama, F. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Bullying. Jurnal Psikologi Terapan,1(2). 99-107.
Nuroh, S. (2022). Keterkaitan Antara Pola Asuh Dan Inner Child Pada Perkembangan Anak Usia Dini: Sebuah Tinjauan Konseptual. Counselling Research and Applications, 2(2), 61-70.
Suharyat, Y. (2009). Hubungan Antara Sikap, Minat, dan Perilaku Manusia. Jurnal Region, 1(3).
Surianti. (2022). Inner child: memahami dan mengatasi luka masa kecil. Jurnal Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani, 8(2).
Copyright (c) 2023 Eva Meizara Puspita Dewi, Rezti Fany Dwi Putri, Surya Sulistiawati, Musdalifa Musdalifa, Ulfiani Syam, Nurul Utami Safaruddin, Nur Jihad Putri Dwianri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.







