Mengenali Inner Child Untuk Berdamai dengan Luka Masa Kecil

  • Eva Meizara Puspita Dewi (1*) Universitas Negeri Makassar
  • Rezti Fany Dwi Putri (2) Universitas Negeri Makassar
  • Surya Sulistiawati (3) Universitas Negeri Makassar
  • Musdalifa Musdalifa (4) Universitas Negeri Makassar
  • Ulfiani Syam (5) Universitas Negeri Makassar
  • Nurul Utami Safaruddin (6) Universitas Negeri Makassar
  • Nur Jihad Putri Dwianri (7) Universitas Negeri Makassar

  • (*) Penulis Korespondensi

Keywords: inner child, luka masa kecil, webinar

Abstract

Inner Child dalam diri seseorang digambarkan sebagai suatu sifat dan sikap kekanak-kanakan yang mungkin dimiliki setiap individu. Meskipun keadaan pada setiap individu tidaklah selalu sama karena inner child tersebut terbentuk dari pengalaman saat masih usia anak-anak yang berbeda-beda. Tidak salah jika dikatakan bahwa perilaku seseorang terbentuk karena inner child dalam dirinya. Inner child yang terluka bisa terbawa sampai usia dewasa dan akan menganggu perkembangan emosi individu yang mengalaminya. Psikoedukasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kognitif partisipan mengenai inner child sehingga partisipan dapat mengenali dan berdamai dengan inner child dalam dirinya. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 151 orang responden yang terdiri atas mahasiswa, pegawai, guru, IRT, pelajar dan lainnya dari berbagai kalangan dan berbagai wilayah. Psikoedukasi ini menggunakan desain one group pretest-posttest. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam psikoedukasi ini adalah alat tes pengetahuan untuk mengecek pengetahuan responden mengenai inner child. Teknik analisis data yang digunakan adalah Wilcoxon Signed Rank- Test dengan menggunakan SPSS 26. Hasil analisis z sebesar -6,838b berada pada taraf signifikan 0,000 (p>0,05) ini menunjukkan bahwa secara kuantitatif, psikoedukasi ini memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan kognitif peserta, dengan demikian hipotesa menyatakan bahwa psikoedukasi dalam bentuk Seminar Nasional secara daring atau Webinar dengan tema “Inner Child: Berdamai dengan Masa Lalu” memiliki pengaruh terhadap peningkatan pemahaman kognitif partisipan.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggadewi, B. E. T. (2020). Dampak Psikologis Trauma Masa Kanak-kanak pada Remaja. Jurnal of Counseling and Personal Development, 2(2), 1-7.

Bradshaw, J. (1992). Homecoming: Reclaming and Healing Your Inner Child. New York: Random House Publishing Group.

Diamond, D. (2008). Psikologi Hari Ini Rahasia Esensial Psikoterapi: Inner Child. Jakarta: Erlangga

Kitamura, T. & Nagata, T. (2014). Suicidal Ideation Among Japanese Undergraduate Students: Relationships with Borderline Personality Trait, Depressive Mood, And Childhood Abuse Experiences. American Journal of Psychology and Behavioral Sciences, 1(2), 7-13.

Mardiyati, I. (2015). Dampak Trauma Kekerasan Dalam Rumah Tangga Terhadap Perkembangan Psikis Anak. Jurnal Studi Gender dan Anak,1(2), 26-35.

Mufidah, E. F., & Isya, R. S. (2020). Inner Child: Dalam Pandangan Konseling Analisis Transaksional. Prosiding Seminar & Lokakarya Nasional BK. 76-83.

Muhopilah, P., & Tentama, F. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Bullying. Jurnal Psikologi Terapan,1(2). 99-107.

Nuroh, S. (2022). Keterkaitan Antara Pola Asuh Dan Inner Child Pada Perkembangan Anak Usia Dini: Sebuah Tinjauan Konseptual. Counselling Research and Applications, 2(2), 61-70.

Suharyat, Y. (2009). Hubungan Antara Sikap, Minat, dan Perilaku Manusia. Jurnal Region, 1(3).

Surianti. (2022). Inner child: memahami dan mengatasi luka masa kecil. Jurnal Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani, 8(2).

Published
2023-05-15
How to Cite
Dewi, E. M. P., Putri, R. F. D., Sulistiawati, S., Musdalifa, M., Syam, U., Safaruddin, N. U., & Dwianri, N. J. P. (2023). Mengenali Inner Child Untuk Berdamai dengan Luka Masa Kecil. Madaniya, 4(2), 640-648. https://doi.org/10.53696/27214834.356
Section
Artikel