Tingkatkan Kemitraan Melalui Tangkis Stunting Sebelum Genting

  • Ratna Dian Kurniawati (1*) Universitas Bhakti Kencana
  • Tika Lubis (2) Universitas Bhakti Kencana
  • Kosasih Kosasih (3) Universitas Bhakti Kencana
  • Raihany Sholihatul Mukaromah (4) Universitas Bhakti Kencana
  • Jumiatun Jumiatun (5) Universitas Bhakti Kencana
  • Ade Iwan Mutiudin (6) Universitas Bhakti Kencana
  • Choerrunisa Choerrunisa (7) Universitas Bhakti Kencana
  • Bilqis Annisa (8) Universitas Bhakti Kencana
  • Fathiya Insania (9) Universitas Bhakti Kencana
  • Asi Raja Pasaribu (10) Universitas Bhakti Kencana
  • Dhimas Amin Herlangga (11) Universitas Bhakti Kencana
  • Wawono Pandu Wiratmoyo (12) Universitas Bhakti Kencana

  • (*) Penulis Korespondensi

Keywords: pencegahan stunting, kolaborasi, pengetahuan, pernikahan dini, pemberdayaan

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) menetapkan stunting sebagai salah satu target pada tujuan pembangunan berkelanjutan ke-2. Tujuan tersebut adalah menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan. Data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021 menyatakan prevalensi stunting berkisar 24,4 persen atau 5,33 juta balita. Artinya angka tersebut masih di atas angka standar yang ditoleransi WHO, yaitu di bawah 20 persen. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Cimenyan melalui bina suasana dan pemberdayaan masyarakat berupa edukasi kepada ibu PKK, ibu yang memiliki balita, dan karang taruna. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan upaya promosi kesehatan dengan membangun kemitraan melalui bina suasana dan pemberdayaan masyarakat berupa edukasi pencegahan faktor resiko penyebab stunting. Pengabdian masyarakat ini terdiri dari survery awal, focus group discussion, diseminasi dan evaluasi. Kegiatan dilakukan pada 25, 27 Juli dan 11 Agustus 2022. Desa Cimenyan merupakan desa dengan penduduk pendidikan rendah dan kasus pernikahan dini masih cukup tinggi, di mana terdapat 63 balita terindikasi mengalami stunting. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting dan peningkatan remaja mengenai dampak pernikahan dini. Perlu ditingkatkan kerjasama lintas sektoral dan lintas program dalam kemitraan pencegahan stunting.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Pemerintah Indonesia. (2016). Undang Undang No 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan.

Kemenkes RI, Balitbangkes. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018. Jakarta.

Kementerian PPA. (2021). Mengancam Masa Depan, Mari Cegah Perkawinan Anak. Biro Hukum dan Humas, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Retrieved November 30, 2022 https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/29/3053/mengancam-masa-depan-mari-cegah-perkawinan-anak

Kurniawati, R. D., Murni Saleha, A. (2018). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keikutsertaan Masyarakat Dalam Kegiatan Pemicuan Stop Buang Air Besar Sembarangan Di Desa Ciaro Wilayah Kerja Puskesmas Nagreg Kabupaten Bandung. Bandung.

Kurniawati, R. D., & Abiyyah, S. F. (2021). Analisis Sanitasi Dasar Lingkungan Dengan Kejadian Diare Balita Di Kelurahan Babakansari Kecamatan Kiaracondong Bandung. Window of Health: Jurnal Kesehatan, 4(1), 75–84.

Mustika, W., & Syamsul, D. (2018). Analisis Permasalahan Status Gizi Kurang Pada Balita Di Puskesmas Teupah Selatan Kabupaten Simeuleu. Jurnal Kesehatan Global, 1(3), 127. https://doi.org/10.33085/jkg.v1i3.3952

Notoatmodjo. (2012). Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Rahmadhita, K. (2020). Permasalahan Stunting Dan Pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 225–29. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.253

SDGs, SekNas. (2021). Kesetaraan Gender : Mencapai Kesetaraan Gender Dan Memberdayakan Kaum Perempuan. Kementrian PPN/ Bappenas. Retrieved November 30, 2022. https://sdgs.bappenas.go.id/tujuan-5/

Setneg. (2022). Percepatan Penurunan Stunting. Kementerian Sekretariat Negara Ri Sekretariat Wakil Presiden. Retrieved November 30, 2022. http://stunting.go.id/

Supanji, T. H. (2022). Percepat Penurunan Angka Stunting Melalui Pencegahan Perkawinan Anak Usia Dini. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan. Retrieved November 30, 2022. https://www.kemenkopmk.go.id/percepat-penurunan-angka-stunting-melalui-pencegahan-perkawinan-anak-usia-dini

Sutriyawan, A., Kurnaiwati, R. D., Hanjani, R., & Rahayum, S. (2020). Prevalensi Stunting Dan Hubungannya Dengan Sosial Ekonomi. Jurnal Kesehatan, 11(3), 351–55.

Sutriyawan, A., Kurniawati, R. D., Rahayu, S., & Habibi, J. (2020). Hubungan Status Imunisasi dan Riwayat Penyakit Infeksi dengan Kejadian Stunting Pada Balita: Studi Retrospektif. Journal of Midwifery, 8(2), 1–9.

Tanoto Scholar. (2021). Cegah Stunting Sebelum Genting: Peran Remaja Dalam Pencegahan Stunting. KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) Bekerja Sama Dengan Tanoto Foundation. Retrieved https://www.tanotofoundation.org/id/news/cegah-stunting-sebelum-genting-peran-remaja-dalam-pencegahan-stunting/

Zurhayati, Z., & Hidayah, N. (2022). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. JOMIS (Journal of Midwifery Science), 6(1), 1–10. https://doi.org/10.36341/jomis.v6i1.1730

Published
2023-02-09
How to Cite
Kurniawati, R. D., Lubis, T., Kosasih, K., Mukaromah, R. S., Jumiatun, J., Mutiudin, A. I., Choerrunisa, C., Annisa, B., Insania, F., Pasaribu, A. R., Herlangga, D. A., & Wiratmoyo, W. P. (2023). Tingkatkan Kemitraan Melalui Tangkis Stunting Sebelum Genting. Madaniya, 4(1), 98-110. https://doi.org/10.53696/27214834.349
Section
Artikel