Aplikasi Metode Geolistrik dalam Identifikasi Potensi Air Tanah dan Pemetaan Kawasan Rawan Bencana di Desa Buninagara dan Cibenda, Kabupaten Bandung Barat

  • Alivia Fatia Rahma Ali (1*) Institut Teknologi Bandung
  • Salsabiela Febrianty (2) Institut Teknologi Bandung

  • (*) Penulis Korespondensi

Keywords: geolistrik, akuifer rekahan, potensi air tanah, kerawanan bencana, kemiringan lereng

Abstract

Air bersih masih menjadi permasalahan di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di daerah pedesaan dan terpencil. Meskipun Indonesia menempati peringkat ketujuh dunia dalam potensi sumber daya air, pemerataan akses air bersih bagi masyarakat masih belum optimal. Desa Buninagara dan Desa Cibenda di Kabupaten Bandung Barat merupakan dua desa yang menghadapi keterbatasan akses air bersih serta memiliki tingkat kerentanan longsor yang cukup tinggi akibat kondisi lereng yang curam. Oleh karena itu, dilaksanakan kegiatan pemetaan geologi teknik, survei geolistrik untuk identifikasi akuifer, analisis kerentanan longsor, serta penyusunan model pengelolaan air berbasis masyarakat dan peningkatan kesiapsiagaan bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Cibenda memiliki sistem akuifer rekahan yang potensial, dengan zona pembawa air pada kedalaman sekitar 10–25 m yang ditandai oleh nilai resistivitas rendah hingga menengah. Sementara itu, berdasarkan peta kerawanan bencana, Desa Buninagara didominasi oleh tingkat kerawanan tinggi akibat lereng yang curam, sedangkan Desa Cibenda memiliki tingkat kerawanan sedang.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-08-25
How to Cite
Ali, A. F. R., & Febrianty, S. (2026). Aplikasi Metode Geolistrik dalam Identifikasi Potensi Air Tanah dan Pemetaan Kawasan Rawan Bencana di Desa Buninagara dan Cibenda, Kabupaten Bandung Barat. Madaniya, 7(3), 2086-2099. https://doi.org/10.53696/27214834.1910
Section
Artikel