Model Inkubasi Penguatan Desa Wisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendampingan BMC, Service Excellence, dan Tata Kelola Destinasi

  • Herdiansyah Gustira Pramudia Suryono (1*) Telkom University
  • Citra Kusuma Dewi (2) Telkom University
  • Fikri Mohamad Rizaldi (3) Telkom University
  • Ade Irma Susanty (4) Telkom University
  • Mohd Ridho Kurniawan (5) Telkom University
  • Ersy Ervina (6) Telkom University
  • Bethani Suryawardani (7) Telkom University
  • Eka Yuliana (8) Telkom University

  • (*) Penulis Korespondensi

Keywords: Inkubasi Desa Wisata, Pemberdayaan Masyarakat, Business Model Canvas, Service Excellence, Tata Kelola Destinasi

Abstract

Desa Pangulah Utara, Kabupaten Karawang, memiliki potensi wisata berbasis alam, budaya, dan edukasi yang belum dikembangkan secara optimal akibat keterbatasan kapasitas pengelola dalam aspek tata kelola destinasi, pelayanan wisata, serta pengembangan model bisnis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola desa wisata melalui penerapan Model Inkubasi Penguatan Desa Wisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (Village Tourism Incubation Model/VTIM) yang mengintegrasikan tahapan need assessment, participatory planning, capacity building, business development, destination governance, serta monitoring and evaluation. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi lapangan, diskusi kelompok terarah, pelatihan, pendampingan intensif, dan evaluasi program. Program menghasilkan beberapa luaran utama berupa penyusunan Business Model Canvas (BMC) sebagai dasar pengembangan usaha desa wisata, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan wisata, peningkatan kompetensi pemandu wisata dalam aspek hospitality dan service excellence, serta penguatan tata kelola destinasi berbasis prinsip Sapta Pesona. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh peserta memberikan penilaian sangat baik terhadap pelaksanaan program, dengan tingkat kepuasan mencapai 100% pada aspek materi, metode, fasilitator, dan kebermanfaatan kegiatan. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, tetapi juga memperkuat kesiapan kelembagaan desa dalam mengembangkan desa wisata secara profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan. Model VTIM yang dihasilkan berpotensi direplikasi pada desa wisata lain sebagai pendekatan inkubasi berbasis pemberdayaan masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-08-25
How to Cite
Suryono, H. G. P., Dewi, C. K., Rizaldi, F. M., Susanty, A. I., Kurniawan, M. R., Ervina, E., Suryawardani, B., & Yuliana, E. (2026). Model Inkubasi Penguatan Desa Wisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendampingan BMC, Service Excellence, dan Tata Kelola Destinasi. Madaniya, 7(3), 1599-1616. https://doi.org/10.53696/27214834.1841
Section
Artikel