Implementasi Teknologi Hidroponik IoT dan Nutrisi Organik untuk Mendukung Praktik Pertanian Berkelanjutan

  • Vera Noviana Sulistyawan (1*) Universitas Negeri Semarang
  • Maharani Kusumaningrum (2) Universitas Negeri Semarang
  • Febry Putra Rochim (3) Universitas Negeri Semarang
  • Heru Abi Waskito (4) Universitas Negeri Semarang
  • Very Mareta Rahmawati Sulistyawan (5) Universitas Negeri Semarang
  • Muhammad Zidna Mubarok (6) Universitas Negeri Semarang
  • Aina Purnama Zahra (7) Universitas Negeri Semarang
  • Lambang Setyo Utomo (8) Universitas Negeri Semarang

  • (*) Penulis Korespondensi

Keywords: IoT, hidroponik, keberdayaan, organik

Abstract

Buruh tani di Desa Kiringan memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan, namun pemanfaatan teknologi pertanian modern masih perlu dioptimalkan. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan dan kemandirian buruh tani melalui penerapan sistem hidroponik berbasis teknologi digital yang dipadukan dengan penggunaan nutrisi organik. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan mulai dari tahap persiapan, penyuluhan, pelatihan, demonstrasi dan implementasi teknologi, pendampingan, hingga monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan 20 buruh tani. Secara umum, peserta memperoleh manfaat berupa peningkatan keterampilan teknis, serta pemanfaatan teknologi secara mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan sistem hidroponik berbasis teknologi digital yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat mampu memperkuat keberdayaan buruh tani secara berkelanjutan. Pendekatan ini menjadi model inovatif dalam pengembangan pertanian modern berbasis masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-05-25
How to Cite
Sulistyawan, V. N., Kusumaningrum, M., Rochim, F. P., Waskito, H. A., Sulistyawan, V. M. R., Mubarok, M. Z., Zahra, A. P., & Utomo, L. S. (2026). Implementasi Teknologi Hidroponik IoT dan Nutrisi Organik untuk Mendukung Praktik Pertanian Berkelanjutan. Madaniya, 7(2), 1128-1135. https://doi.org/10.53696/27214834.1778
Section
Artikel

Most read articles by the same author(s)